Daftar Lengkap Wakil Presiden RI Sejak 1945 - Sekarang

Drs. Mohammad Hatta



Mohammad Hatta lahir pada 12 Agustus 1902 di Bukittinggi, Sumatra Barat. Pernah belajar di sekolah tinggi ekonomi di Belanda. Menjadi ketua PNI Baru di Bandung. Pada tanggal 17 Agustus 1945 memproklamasikan Kemerdekaan RI bersama Ir. Soekarno. Pada tanggal 18 Agustus 1945 ia diangkat sebagai Wakil Presiden RI yang pertama. Tanggal 1 Desember 1956 mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden. Ia mendapat sebutan sebagai Bapak Koperasi Indonesia karena konsep-konsepnya tentang ekonomi yang selanjutnya dituangkan dalam Pasal 33 UUD 1945. Drs. Mohammad Hatta, wakil presiden pertama RI meninggal di Jakarta tanggal 14 Maret 1980, dimakamkan di Tanah Kusir Jakarta.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX



Sri Sultan Hamengkubuwono IX lahir di Yogyakarta, 12 April 1912. Pernah mengikuti kuliah di Rijkuniversiteit, Belanda. la merupakan salah satu raja Jawa yang me-nentang penjajah Belanda secara terang-terangan, dan mendukung gerakan kemerdekaan Indonesia. Sejak tahun 1946 menduduki jabatan sebagai menteri kabinet. Pada tahun 1966 menjadi Menteri Utama di bidang ekonomi, keuangan, dan industri. Pada tahun 1973 diangkat sebagai Wakil Presiden ke-2 RI. Sri Sultan Hamengkubuwono IX meninggal pada tanggal 2 Oktober 1988 di Rumah Sakit George Washington University Medical Centre, Amerika Serikat dan dimakamkan di Imogiri, Yogyakarta.

Adam Malik



Adam Malik lahir di Pematang Siantar, Sumatra Utara tanggal 22 Juli 1917. Dikenal sebagai tokoh wartawan terkemuka. Pada tahun 1973 mendirikan kantor berita Antara di Jakarta. Berikutnya aktif di dunia politik. Mendirikan Partai Rakyat dan Partai Murba (1946-1958). Menjadi anggota parlemen dan DPA. Pernah pula menjadi duta besar di Uni Soviet dan Polandia (1959). Beberapa jabatan pernah didudukinya, diantaranya sebagai ketua delegasi Indonesia-Belanda (1962), Menteri Ekonomi (1965), menjadi Wakil Perdana Menteri II/Menteri Luar Negeri ad interim dan Menteri Luar Negeri RI, Ketua Majelis Umum PBB ke-26 di New York. Menjadi Wakil Presiden RI ke-3 pada 23 Maret 1978 (1978-1983). H. Adam Malik meninggal pada 5 September 1984 di Bandung.


Umar Wirahadikusumah



Jenderal (Purnawirawan) Umar Wirahadikusumah lahir pada 1 Oktober 1924 di Situraja, Sumedang, Jawa Barat. Mendapat pendidikan ketentaraan sejak zaman Jepang di Seinendojo, Tangerang (Jawa Barat) dan Peta (Pembela Tanah Air) di Bogor, Jawa Barat. Membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Cicalengka. Berturut-turut menduduki jabatan Kepala Staf Resimen X Tasik-malaya, Pengawal Staf Divisi Siliwangi, Komandan Resimen X/Galuh Divisi Siliwangi, Komandan Pusat Kavaleri, Pangdam XV/Pattimura, Maluku. Selanjutnya ia menjadi Komandan Resimen Tempur Siliwangi, Komandan KMKB (Komando Militer Kota Besar) Jakarta Raya, dan kemudian menjadi Pangdam V/Jaya. Sangat berperan dalam penumpasan G 30 S/PKI sehingga diangkat sebagai Pangkostrad. Selanjutnya ia menjabat sebagai Kasad (1969-1973), dan bertugas di BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) hingga tahun 1983. Menjadi Wakil Presiden RI ke-4 pada tahun 1983-1988.

Sudharmono



Letjen Sudharmono, SH. lahir pada 12 Maret 1927 di Cerme, Gresik, Jawa Timur. Menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum UI (1962). Pernah menjadi jaksa tentara tertinggi di Medan, jaksa tentara merangkap perwira staf Penguasa Perang Tertinggi. Ia juga pernah menjabat Menteri Sekretaris Kabinet merangkap Sekretaris Dewan Stabilitas Ekonomi, Ketua Umum Golkar (Golongan Karya), menjadi Wakil Presiden RI ke-5 periode 1988-1993.

Try Sutrisno



Jenderal Try Sutrisno, lahir pada 15 November 1935 di Surabaya, Jawa Timur. Masuk Akademi Militer Angkatan Darat (Atekad) pada tahun 1955. Berperan dalam operasi pemberantasan DI/TII di Aceh tahun 1957; Pembebasan Irian Barat 1962; penumpasan G 30 S/PKI. Ia juga pernah menduduki beberapa jabatan penting hingga menjadi ajudan Presiden Soeharto (1974-1978). Pada tahun 1988 menjabat Panglima ABRI. Terpilih sebagai Wakil Presiden RI ke-6 periode 1993-1998.

Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie



Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie, wakil presiden ketujuh Republik Indonesia periode 1998-2003. lIa hanya menduduki jabatan wakil presiden sekitar 2 bulan, menggantikan Presiden Soeharto yang dipaksa mundur oleh rakyat. Pada 21 Mei 1998, ia menjadi Presiden.

Megawati Soekarnoputri



Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri lahir di Yogjakarta 23 Januari 1946. Karir politiknya mencuat setelah menjadi Ketua PDI (Partai Demokrasi Indonesia) melalui musyawarah nasional luar biasa bulan Desember 1993 di Jakarta. Menjelang Pemilu 1999, PDI pimpinan Megawati berganti menjadi PDI Perjuangan (PDIP) dan menjadi pemenang dalam pemilu tersebut. Kemenangan meraih suara ini mengantarkan Megawati Soekarnoputri memperoleh kursi wakil presiden ke-8 RI periode 1999-2004.

Hamzah Haz



Prof. Dr. H. Hamzah Haz, lahir pada 15 Februari 1940 di Ketapang, Pontianak, Kalimantan Barat. Pernah menjadi wartawan di Pontianak. Kuliah di Akademi Koperasi Negara Yogyakarta. Melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi, jurusan Ilmu Perusahaan di Universitas Tanjungpura, Pontianak. Setelah mewakili angkatan 66 dan duduk di DPRD Pontianak, karier politiknya melejit hingga membawanya ke jenjang menteri. Pernah menjadi Menteri Negara Investasi/Kepala BKPM di masa Presiden Habibie. Menjadi Menko Kesra dan Taskin di masa Presiden Abdurrahman Wahid. Terpilih menjadi Wakil Presiden RI ke-9 menggantikan Megawati yang naik menjadi presiden.

Jusuf Kalla



Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (lahir 15 Mei 1942) adalah seorang wirausahawan asal Indonesia. Dalam kiprahnya berpolitik, ia bergabung dengan Partai Golongan Karya dan pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia selama dua periode masa jabatan secara tidak berturut-turut. Periode pertamanya, pria yang populer dengan nama akronim JK ini maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono. Keduanya merupakan rekan dalam Kabinet Gotong Royong. Mereka berhasil memenangkan Pemilu Presiden 2004.

Boediono



Prof. Dr. H. Boediono, B.Sc, M.Ec.. (lahir 25 Februari 1943) adalah Wakil Presiden Indonesia ke-11 yang menjabat sejak 20 Oktober 2009 hingga 20 Oktober 2014. Ia terpilih dalam Pilpres 2009 bersama pasangannya, presiden yang sedang menjabat, Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, dan Direktur Bank Indonesia (sekarang setara Deputi Gubernur). Saat ini ia juga mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada sebagai guru besar. Oleh relasi dan orang-orang yang sering kali berinteraksi dengannya ia dijuluki The man to get the job done.

Jusuf Kalla



Jusuf Kalla terpilih kembali menjadi wakil presiden kedua kalinya, periode 2014-2019, namun kali ini dengan presiden Joko widodo.

Ma'ruf Amin



Prof. Dr. (HC.) K. H. Ma'ruf Amin (nama lahir: Ma'ruf al-Karkhi; lahir 11 Maret 1943) adalah Wakil Presiden Indonesia ketiga belas sejak 20 Oktober 2019.[2] Ketika Pemilu Presiden 2019, Joko Widodo mengumumkan nama Ma'ruf Amin sebagai calon Wakil Presiden.[3][4] Pencalonannya didukung penuh oleh Koalisi Indonesia Kerja dan pada akhirnya berhasil memenangkan Pilpres. Sejauh ini, Ma'ruf merupakan ulama dan orang kedua yang berasal dari suku Sunda yang menduduki jabatan Wakil Presiden.

Ma'ruf adalah politikus senior dalam dunia perpolitikan di Indonesia. Ia pernah menduduki kursi legislatif sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta selama dua periode (1971–1977 dan 1977–1982) sejak pertama kali dilantik pada 14 Oktober 1971, kemudian menduduki kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sejak 1 Oktober 1997 hingga 30 September 2004.

Baca Juga

0 Response to "Daftar Lengkap Wakil Presiden RI Sejak 1945 - Sekarang"

Posting Komentar