5 System Operasi Buatan Indonesia

Seiring perkambangan waktu, era digital dan teknologi sudah kian melekat dalam keseharian umat manusia. Salah satunya adalah system komputerisasi yang merambah ke berbagai sendi kehidupan. Mulai dari komuter, laptop, gadget dan sebagainya.

Sebelumnya, apakah itu sistem operasi? Sistem operasi adalah program yang berfungsi mengontrol perangkat keras komputer dan menyediakan layanan umum yang berguna untuk mengoperasikan perangkat lunak yang terpasang di komputer.

Hingga saat ini, sistem operasi yang paling banyak digunakan di dunia adalah sistem operasi windows yang dikembangkan oleh Microsoft Corporation. Tercatat, ada lebih dari 90% komputer dunia yang menggunakan sistem operasi Windows menyusul dibelakangnya Mac .OS X dengan 8% dan Linux 1, 57%.

Namun tahukah anda ada juga beberapa system operasi yang dibuat oleh orang indonesia. Meski demikian sebenarnya bukan dibuat asli tetapi lebih bersifat dikembangkan. karena basis sytem operasi yang kami sebutkan di bawah ini adalah linux. Seperti kita ketahui system operasi linux memiliki banyak sekali turunan. Mulai dari yang paling populer seperti ubuntu, debian, dll.

Dan berikut adalah beberapa sistem operasi yang dikembangkan oleh orang Indonesia asli

1. BlankOn




BlankOn addalah ditribusi Linux yang dikembangkan oleh Yayasan penggerak Linux Indonesia dan Tim pengembang BlankOn. BlankOn sendiri dirancang untuk mengikuti kebutuhan pengguna komputer yang ada di Indonesia, tampilan grafis dan tema pun disesuaikan dengan ciri khas Indonesia. Akses yang ringan serta tidak memakan terlalu banyak ruang menjadi salah satu kelebihan OS buatan Indonesia ini.

Download blankon


2. Garuda OS: 




Dari namanya saja agan pasti sudah bisa menebak bahwa sistem operasi yang satu ini pasti dikembangkan oleh orang Indonesia. Garuda OS diluncurkan pertamakali pada tahun 2011 dan mendukung dokumen format SNI (Standar Nasional Indonesia).
Memiliki stabilitas yang tinggi, aman dari virus, dan mendukung beberapa font yang sangat menarik termasuk aksara Indonesia adalah beberapa kelebihan yang dimiliki oleh Garuda OS

download garuda os

3. Dewa Linux




Dewa Linux merupakan sistem operasi yang berasal dari kota Jember. Di desain hampir mirip dengan windows, Dewa Linux terbilang cukup user-friendly. Sistem operasi yang terinspirasi dari Ubuntu 9.04 Codename Jaunty Jackalope ini masih menggunakan kernel 2.28-15 yang terbukti cukup stabil. Versi rilis terakhir dari Dewa Linux bernama DewaLinux Papuma. Papuma sendiri diambil dari nama sebuah pantai berpasir putih yang sangat indah Di Jember. Aplikasi yang sangat powerfull serta tampilan yang ciamik menjadi daya tarik tersendiri bagi OS yang satu ini.


4. Kuliax


Salah satu distro Linux buatan anak negeri ini dikembangkan oleh KuliaxProject untuk kebutuhan pendidikan. Berisi aplikasi lengkap yang mendukung kebutuhan perkantoran, multimedia, produktifitas serta utilitas. Kuliax sangat cocok bagi agan yang masih berstatus sebagai mahasiswa di perguruan tinggi. Kuliax sendiri sampai saat ini telah merilis versi 7.0 codename Lumpia.



5. IGOS Nusantara




IGOS Nusantara (IGN) merupakana distro open source yang dikembangkan sejak tahun 2006 sampai saat saat ini. Sejak kemunculannya, IGN telah menuai banyak pujian dari berbagai media dan institusi. Salah satunya diberikan oleh majalah komputer terbesar di Indonesia yaitu Majalah Info Komputer.

Beberapa alasan yang mengundang reaksi positif tersebut antara lain; IGN menggunakan kernel yang semakin tangguh dan handal, tampilan yang cantik, Dukungan boot untuk perangkat yang menggunakan UEFI dan masih banyak lagi yang lainnya.

download igos

Itlah beberapa sistem operasi yang dikembangkan oleh orang Indonesia asli. Mungkin beberapa OS tadi sudah tidak asing lagi di telinga kalian semua. Atau ada beberapa yang mungkin sudah anda mencoba langsung. Bagaimanapun, baik-buruknya OS tergantung dari bagaimana dan untuk keperluan apa kita menggunakan OS tersebut.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

0 Response to "5 System Operasi Buatan Indonesia"

Posting Komentar